Sistem Cuaca Lokal Hasil Pengembangan Terbaru

Sistem Cuaca Lokal Hasil Pengembangan Terbaru – Para peneliti MIT telah mengembangkan sistem cuaca yang menciptakan cuaca lokal bagi orang di dalamnya.  Proyek, yang bernama “Local Warming,” menggunakan pelacak gerak berbasis WiFi dan plafon dengan elemen pemanas dinamis untuk menargetkan orang tertentu dan menciptakan cuaca yang tepat bagi penghuni yang terdapat di dalam bangunan. Hasilnya, setiap orang menjadi tetap nyaman saat bergerak disekitar mereka dengan temperatur yang rendah serta hemat energi.
Sistem Cuaca Lokal Hasil Pengembangan Terbaru
“Saat ini, banyak energi yang dihabiskan untuk memanaskan kantor yang kosong, rumah, dan beberapa hunian,” ujar Profesor Carlo Ratti, direktur dari MIT Senseable City Lab, yang memimpin proyek ini. “Teknologi berdasarkan Local Warming dapat mengatasi ini dengan menyesuaikan kendali cuaca terhadap kehadiran manusia, yang berkembang menghemat energi dari bangunan.”

Saat pengunjung memasuki ruangan, lokasi dan arah orang tersebut dilacak menggunakan teknologi pelacak lokasi berbasis WiFi yang dikembangkan oleh Profesor Dina Katabi dan timnya dari MIT Center for Wireless Networks and Mobile Computing. Informasi ini kemudian dipancarkan secara real time ke dalam susunan dari elemen pemanas dinamis yang terletak pada grid diujung plafon. Setiap elemen tersusun dari servo-motor yang berubah arah, menggunakan lampu pijar untuk menghasilkan radiasi inframerah, kaca dingin, dan perangkat optik lainnya untuk menciptakan cahaya yang terfokus.

“Panas inframerah dipancarkan untuk menghasilkan apa yang sebenarnya menangkap panas dari orang yang berjarak beberapa meter,” ujar Leigh Christie, insinyur proyek ini. “Cara ini memastikan kenyamanan utama, sambil meningkatkan efisiensi energi secara keseluruhan.”

Pendekatan Baru Dalam Sistem Cuaca

Miriam Roure, peneliti utama dari proyek dan riset ini mencatat bahwa aplikasi komersial pertama dari teknologi sistem cuaca ini dapat menjadi pemanas luar ruangan yang responsif agar orang tetap hangat saat mereka bergerak melalui ruang terbuka atau semi-tertutup. Sistem cuaca Local Warming dapat dipasang pada lobi berukuran besar atau loteng industri, ruang yang jarang dihuni. Seiring dengan perkembangan teknologi, sistem cuaca ini dapat memungkinkan setiap orang untuk menjelaskan temperatur yang mereka inginkan lewat smartphone.

“Dengan sistem dinamis seperti Local Warming pada ruangan, bangunan tidak perlu lagi menghabiskan terlalu banyak energi agar mengatur suhu,” ujar Roure. “Local Warming memungkinkan para partisipan untuk terlibat dengan suhu keinginan mereka secara langsung dan membuat jenis baru yang efisien lewat kendali cuaca yang terbatas.”

“Teknologi pemanas awal adalah cerobong asap, sebuah elemen domestik tetap dimana setiap orang berkumpul. Sejak itu, kendali suhu telah berkembang, dengan perkembangan dari pipa dan thermostats. Tapi saat ini, manusia tidak perlu mencari panas, panas yang mencari manusia,” ujar Matthew Claudel, yang juga salah peneliti di Senseable City Lab. “Local Warming merupakan pendekatan baru dalam sejarah panjang sistem cuaca.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *