Pencarian Planet Hunian Dirangkum Jadi Cerita Pendek

Pencarian Planet Hunian Dirangkum Jadi Cerita Pendek – Para ahli astrofisika sering jauh sekali dari kondisi glamor, sementara pencarian planet yang telah mereka lakukan selama berabad-abad sebenarnya sangat fantastis. Mereka sering muncul dengan berita temuan mengejutkan yang muncul dalam bukti-bukti ilmiah dibanding sekedar hanya mengamati bintang. Namun kini dan berikutnya, sentuhan cerita fiksi akan membuat masyarakat mengerti bagaimana kehidupan para ilmuwan ini.

Pencarian Planet Hunian Dirangkum Jadi Cerita Pendek

Dan seperti itulah yang akan dilakukan oleh tim astronom internasional, yang dipimpin ahli astrofisika Guillem Anglada-Escudé dari Queen Mary University. Ia akan mengungkap temuan terbarunya dalam bentuk cerita pendek fiksi ilmiah. Penemuan tersebut merupakan dua planet terdekat yang mengorbit pada bintang kerdil merah terdekat kita yang berada pada zona hunian, bintang Kepteyn. Ia akan menunjukkannya melalui cerita manusia drone hidup yang telah dikirim untuk pencarian kehidupan luar angkasa.

Temuan tim ini adalah planet yang lebih besar dari Bumi yang cukup baik untuk mendukung air liquid, dan (mungkin) kehidupan. Bintang kaptyen, merupakan bintang tercepat kedua di galaksi kita, juga merupakan salah objek langit tertua paling dekat dengan Bumi, jadi potensi kehidupan untuk berkembang di dalamnya cukup tinggi hingga menimbulkan spekulasi.

Cerita yang ditulis oleh penulis sci-fi Wales Alastair Reynolds ini menjelaskan hal terpenting dari riset tim ini adalah membayangkan penjelasan yang dapat meningkatkan peradaban di dunia. Reynolds menjelaskan melalui lewat cerita tersebut bagaimana bintang Kapteyn ditemukan dalam situasi ganjil pada galaksi kita.

“Bintang Kapteyn terbakar begitu lambat, begitu lembam, bahkan instrumen saya dapat menentukan batas atas usianya. Kemungkinan mendekati usia alam semesta.”

Akan Semakin Banyak Pencarian Planet Hunian Lainnya?

Robot protogonis pada cerita pencarian planet hunian ini juga menjelaskan betapa bingungnya para ahli astrofisika selama beberapa dekade. Teori terbaru saat ini tentang bagaimana galaksi halo terbentuk melibatkan penyerapan dan distribusi ulang dari galaksi kerdil yang melebur dengan galaksi Bima Sakti pada 400 juta tahun yang lalu.

“Kami kaget saat menemukan planet yang mengorbit bintang Kapteyn,” ujar Anglada-Escudé tentang temuan itu. “Data sebelumnya menunjukkan beberapa akses variabilitas yang cukup berlebih, jadi kami mencari planet dengan periode yang sangat singkat ketika sinyal baru muncul menguat dan menghilang.”

Sistem yang paling berpotensi untuk dihuni yang terdeteksi sebelumnya adalah misi Kepler milik NASA yang berjarak ratusan tahun cahaya. Kapteyn merupakan pencapaian yang paling mungkin terjadi, melihat bintang tersebut hanya berjarak 13 tahun cahaya dari Bumi.

“Penemuan ini sangat menarik,” ujar profesor Richard Nelson, pemimpin unit Astronomi di Queen Mary, yang tidak berpartisipasi pada riset ini. “Temuan ini menunjukkan bahwa terdapat banyak dunia yang berpotensi dapat dihuni yang akan ditemukan beberapa tahun berikutnya disekitar bintang terdekat.”

Sumber: Queen Mary University

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *