Bakteri Mulut Bisa Jadi Petunjuk Kanker Oral

Bakteri Mulut Bisa Jadi Petunjuk Kanker Oral – Riset terbaru kanker oral menunjukkan bahwa suatu hari nanti kita bisa mendeteksi penyakit ini dengan memantau bakteri mulut. Perubahan komunitas mikroba umumnya terkait dengan kesehatan dental seperti penyakit periodontal, yang merupakan penyakit poli-mikroba berdasarkan pertumbuhan organisme patologis tertentu, dan kondisi periodontitis kronis. Hasil laporan sejauh ini menunjukkan bahwa kondisi tersebut juga beresiko menjadi penyebab luka ganas di mulut dan kanker.
Bakteri Mulut Bisa Jadi Petunjuk Kanker Oral

“Kami tahu bahwa kanker lainnya seperti kantung empedu, usus, paru-paru, dan prostat, terkait dengan infeksi bakteri tertentu, jadi kami berhipotesis bahwa pergeseran dari komposisi normal mikroba ronggal oral dapat menjadi pemicu atau penyebab kanker oral,” ujar Donna Albertson, salah satu peneliti dari New York University.

Penurunan signifikan dari ketersediaan filum bakteri mulut teramati pada kondisi pre-kanker, tapi tidak terdapat saat dibandingkan dengan sampel dari bagian kontra lateral (lidah dan dinding mulut) dari seorang yang sehat. Dari perbedaan jumlah bakteri mulut seperti Actinomyces, Rothia, Streptococcus, dan Fusobacterium, tim ini mampu memisahkan hasil sampel dari penderita kanker, pre-kanker, dan normal.

Belakangan, kemunculan kanker oral terus bertambah, terutama pada remaja dan wanita, dimana diperkirakan terdapat 350.000 – 400.000 kasus baru terdiagnosis setiap tahunnya.

“Faktor resiko utama seperti penggunaan tembakau atau alkohol saja belum mampu menjelaskan perubahan ini, karena kanker oral umumnya juga terjadi pada pasien yang tidak pernah mencoba tembakau atau alkohol,” ujar Brian Schmidt, profesor bedah oral dan bagian wajah dari New York University.

“Rongga oral menawarkan kesempatan yang relatif unik untuk mengamati resiko seseorang terhadap kanker oral, karena luka yang muncul dapat diamati, dan sepanjang yang kami temukan, pergeseran mikroba dari kanker dan pre-kanker dibandingkan dengan mereka yang normal ternyata dapat dideteksi dari sampel bakteri yang menempel,” ujar Schmidt.

Jumlah Bakteri Mulut yang Berubah Sesuai Tahap Kanker

Sampling mikroba pada luka bagian oral dan penyesuaiannya terhadap jaringan yang normal membuka kemungkinan untuk tidak hanya mendeteksi perubahan terkait kanker pada satu titik, tapi juga kesempatan untuk memantau perubahan komunitas bakteri mulut dari waktu ke waktu.

“Disini kami mengamati perubahan mikroba, dimana, dalam studi yang lebih besar dapat menjelaskan penanda biologis dari pre-kanker atau kanker oral, dan bahkan dapat memiliki kegunaan untuk memisahkan pasien dengan metastasis kelenjar getah bening,” ujar Albertson. “Selain itu, terdapat tantangan lainnya di bidang manajemen klinis dari kanker oral yang akan mendapatkan manfaat dari perangkat diagnostik yang lebih baik.”

Pasien kanker oral juga beresiko untuk menderita kanker primer lainnya. Mikroba bakteri mulut tersebut dapat memberi jejak yang dapat digunakan sebagai penanda untuk memantau perubahan kondisi yang terkait dengan tingkat kanker oral primer yang tinggi.

Tim ini juga mencatat kemungkinan untuk mengatur pengobatan bakteri mulut dari penderita pre-kanker oral dan bagian tubuh yang dapat berdampak.

Sumber: New York University

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *