Bahan Ajaib Pada Komputer Kuantum

Bahan Ajaib Pada Komputer Kuantum – Sebuah bahan ajaib dalam kuantum merupakan komponen utama untuk menyelesaikan komputer kuantum berdasarkan riset terbaru dari Institute for Quantum Computing (IQC) dari University of Waterloo.

Bahan Ajaib Pada Komputer Kuantum

Para peneliti menunjukkan bahwa terdapat aspek aneh dari teori kuantum bernama kontekstualitas, yaitu sumber penting untuk menjapai apa yang disebut bahan ajaib bagi komputasi kuantum universal.

Salah satu tantangan terbesar dalam memanfaatkan kemampuan komputer kuantum yang universal adalah menemukan cara praktis untuk mengatur kondisi kuantum yang rapuh. Agar mencapai tujuan ini, peneliti IQC Joseph Emerson, Mark Howard, dan Joel Wallman telah menyatakan secara teori bahwa kontekstualitas merupakan sumber penting yang dibutuhkan untuk mencapai kemajuan komputasi kuantum.

“Sebelum hasil ini, kami tidak begitu tahu apa saja sumber yang dibutuhkan untuk perangkat fisik dalam mencapai kemajuan informasi kuantum. Kini kami tahu,” ujar Mark Howard, salah satu peneliti studi ini. “Sebagaimana para peneliti yang berusaha membangun komputer kuantum universal, pemahaman terhadap sumber daya fisik minimum dibutuhkan sebagai langkah penting untuk menemukan cara memanfaatkan kemampuan komputer kuantum.”

Perangkat kuantum sangat sulit dibuat karena mereka harus beroperasi pada lingkungan yang resisten terhadap noise. Istilah bahan ajaib tersebut mengacu pada pendekatan tertentu untuk membangun komputer kuantum resisten noise. Bahan ajaib tersebut dikenal juga sebagai magic state distillation. Disebut magic states karena bertindak secara krusial namun sulit dicapai dan dipertahankan. Sebuah bahan tambahan yang dapat meningkatkan kemampuan perangkat kuantum untuk mencapai kemampuan pemrosesan bagi Universal Quantum Computer.

Dengan mengidentifikasi bahan ajaib sebagai kontekstual, para peneliti akan mampu menjelaskan pertukaran yang terlibat dari pendekatan berbeda untuk membangun perangkat kuantum. Hasil dari studi ini juga membantu merancang algoritma baru yang memanfaatkan properti khusus dari bahan ajaib ini dengan lebih optimal.

“Hasil terbaru ini memberi kami pemahaman lebih mendalam tentang sifat dari komputasi kuantum. Hasil ini juga menjelaskan syarat praktis untuk merancang komputer kuantum yang realistis,” ujar Joseph Emerson, profesor Matematika Terapan. “Saya berharap hasil ini akan membantu ahli teori dan eksperimentalis menemukan metode yang lebih efisien untuk mengatasi keterbatasan yang ada dari sumber noise yang tidak terhindarkan dan error lainnya.”

Bahan Ajaib yang Muncul Saat Pengukuran

Kontekstualitas pertama kali dikenal sebagai fitur dari teori kuantum sekitar 50 tahun yang lalu. Teori ini menunjukkan bahwa tidak mungkin untuk menjelaskan pengukuran sistem kuantum dengan cara yang sama pada sistem klasik.

Pada dunia klasik, pengukuran hanya mengungkap properti yang dimiliki sistem, seperti warna. Pada dunia kuantum, properti yang anda temukan melalui pengukuran bukanlah properti sebenarnya dari apa yang terjadi lewat proses pengukuran. Apa yang anda amati bergantung pada bagaimana pengamatan tersebut berlangsung.

Pengukuran hasil bergantung pada seluruh pengukuran lainnya yang dilakukan, seperti itulah eksperimen sebenarnya yang berlangsung pada pengukuran kuantum.

Kontekstualitas berarti bahwa pengukuran kuantum tidak dapat dianggap sebagai hanya mengungkap properti yang sebelumnya muncul dari studi. Itulah mengapa hal ini disebut sebagai bahan ajaib dari mekanika kuantum.

Sumber: Institute for Quantum Computing

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *